Beranda Ekonomi Ngeri! Harga Minyak Kolaps: Jatuh 14% ke Level US$ 66

Ngeri! Harga Minyak Kolaps: Jatuh 14% ke Level US$ 66

Merujuk Refinitiv, pada perdagangan kemarin, Jumat (4/4/2025) harga patokan global minyak brent ditutup di $65,58 per barel atau jatuh 6,5%. Harga tersebut adalah yang terendah sejak 20 Agustus 2021 atau tiga tahun lebih.

0
Ilustrasi | Istimewa

Harga minyak juga mendapat tekanan dari keputusan OPEC+ (Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya) yang memutuskan untuk menaikkan produksi lebih cepat dari rencana semula. Mereka kini berencana menambah 411.000 barel per hari (bpd) ke pasar pada Mei, jauh lebih besar dari rencana awal yang hanya 135.000 bpd.

Faktor lainnya adalah putusan pengadilan Rusia yang menyatakan fasilitas ekspor terminal Laut Hitam milik Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) tidak perlu ditangguhkan. Keputusan itu bisa mencegah penurunan produksi dan pasokan minyak Kazakhstan.

Minyak, gas, dan produk olahan tetap bebas dari tarif baru Trump, tetapi kebijakan ini tetap bisa memicu inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan memperburuk sengketa dagang, yang semuanya bisa membebani harga minyak.

Goldman Sachs pun memangkas proyeksi harga minyak untuk Desember 2025, masing-masing sebesar $5 menjadi $66 untuk brent dan $62 untuk WTI.

"Risiko terhadap proyeksi harga minyak kami yang telah dikurangi masih mengarah ke bawah, terutama untuk tahun 2026, mengingat meningkatnya risiko resesi dan pasokan OPEC+ yang lebih tinggi," kata Daan Struyven, Kepala Riset Minyak Goldman Sachs, dalam sebuah catatan kepada Reuters.

HSBC juga menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun 2025, dari 1 juta bpd menjadi 0,9 juta bpd, dengan alasan tarif dan keputusan OPEC+.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Teratas

Berita Terkait
Berita Terkait