“Kami berharap kedepannya edukasi ini dapat pula menyasar warga masyarakat secara luas, karena edukasi yang tepat akan membantu masyarakat cerdas dalam mencegah diri dari kejahatan keuangan yang merugikan dan merusak tatanan ekonomi.
Namun di sisi lain, kita juga menghadapi tantangan besar yang tidak bisa kita abaikan. Semakin maraknya praktik keuangan ilegal dan judi online yang menyasar seluruh lapisan masyarakat bahkan hingga pelosok desa,”jelas Bupati.
Ia juga menegaskan bahwa aktivitas keuangan ilegal, seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, arisan digital yang mengatasnamakan koperasi atau komunitas tertentu, telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat, bahkan memicu konflik sosial. Lebih mengkhawatirkan lagi, judi online kini tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga pelajar, pemuda, bahkan ibu rumah tangga.
“Sebagai pemerintah daerah, kami menyatakan komitmen penuh untuk mendukung upaya pemberantasan dan pencegahan keuangan ilegal serta perjudian online, melalui edukasi, pengawasan bersama, serta penegakan hukum yang tegas dan terukur,”ujar Bupati Saipul.
Kegiatan edukasi ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait, yakni Kasat Reskrim Polres Pohuwato, Andrean Pratama, S.Tr.K, S.I.K, M.H; Analis Junior OJK, Svadev Pranamam Mahasagara; serta Analis Senior Bank SulutGo, Praycilya Priskila Soetanto.